MITRA TV LAMPUNG. COM
Oleh : Evi Meidasari M,S.E.,M.M
Dosen Fakultas Bisnis Universitas Mitra Indonesia
Tagar #KaburAjaDulu, trend yang ramai diperiode tahun 2024-2025 namun seiring berjalannya waktu hingga tahun 2026 ini, telah bergeser menjadi diskusi panjang dan dibalik isu tersebut seperti kesulitan mencari pekerjaan, standar gaji, dan keinginan merantau ke luar negeri saat ini tetap ada, namun dalam bentuk diskusi, siniar (podcast), atau kajian ketenagakerjaan dan sudah tidak lagi menjadi perbincangan harian yang masif, namun gagasan serta keresahannya yang masih sering direnungkan sebagai bentuk kritik sosial hingga saat ini.
Trend anak muda Indonesia "eksodus" ke luar negeri dan puncaknya viral lewat tagar #KaburAjaDulu, saat itu lahir dari kombinasi frustasi ekonomi serta mimpi akan kualitas hidup lebih baik dan akses informasi global yang makin terbuka. Apa itu #KaburAja Dulu ? Ini bukan hanya sekedar meme, namun tagar ini menjadi wadah anak muda yang meluapkan rasa jenuh akan kondisi sosial, ekonomi, dan lapangan kerja di Indonesia kemudian milih kabur dulu untuk mencari hidup baru di luar negeri.
Kenapa banyak yang milih "kabur" ? survei menyebutkan ada beberapa faktor utama, yaitu : Ketidakpastian ekonomi & peluang kerja. Data dari BPS tercatat di bulan Agustus 2024 ada 842.378 lulusan S1-S3 yang masih menganggur dan total pengangguran berjumlah 7,4 juta orang, PHK tahun 2024 mencapai 80rb+ orang sedangkan lapangan kerja formal hanya diangka 40%, sisanya informal. Data BPS, ada peningkatan signifikan usia 2235 tahun yang urus visa kerja & pelajar ke Jepang, Jerman, Australia dan tujuan negara favorit antara lain Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Timur Tengah.
Banyak generasi muda menekankan ini bukan berarti tidak cinta Indonesia. Konsepnya "nasionalis-kosmopolitan", tetap cinta tanah air sambil kontribusi global. Sosiolog menyebut ini merupakan cerminan "kehilangan ruang untuk berkembang" dan bentuk pencarian identitas. Di sisi lain ada yang melihat secara positif dimana anak muda berani mengambil keputusan untuk masa depannya.
Fenomena #KaburAjaDulu yang mencerminkan keinginan sejumlah warga Indonesia terutama generasi muda untuk mencari peluang di luar negeri bahkan telah menarik perhatian media internasional dan media asing menyoroti gerakan ini sebagai cerminan kekecewaan masyarakat terhadap berbagai masalah di Indonesia sehingga mendorong generasi muda untuk mempertimbangkan pindah ke negara lain.
Ada beberapa hal yang disarankan bagi generasi muda sebagai pertimbangan sebelum memutuskan untuk pergi ke luar negeri, sebagai berikut : Apa tujuan utama kita ? Jika hanya ingin melarikan diri dari masalah, mungkin ada cara lain untuk mengatasinya. Jika untuk belajar dan berkembang, maka pastikan kita kembali membawa sesuatu yang bisa berguna bagi banyak orang.
Bagaimana kita bisa berkontribusi ? Tidak semua orang harus kembali secara fisik tetapi setidaknya kita bisa berbagi ilmu, membangun jaringan, atau mendukung inisiatif yang bisa membantu membangun negeri ini. Apa yang bisa kita lakukan sekarang ? Mungkin kita belum bisa melakukan perubahan besar, tetapi setiap langkah kecil bisa berarti. Mulai dari berbagi wawasan, membantu komunitas, atau bahkan sekadar menyebarkan semangat optimisme.
Dengan adanya trend #KaburAjaDulu yang sempat menjadi trend topik, diharapkan bukan hanya sekedar trend sesaat namun dapat menjadi sinyal bagi pemerintah untuk terus memperbaiki lapangan pekerjaan di dalam negeri, adanya kebijakan jaminan gaji yang layak, jaminan kesehatan, serta membuka kebijakan ketenagakerjaan, terutama pada Gen Z dengan melakukan diskusi dan duduk bersama, mendengarkan harapan dari generasi muda, sehingga generasi muda Gen Z tidak perlu kabur keluar negeri karena hidup di negara tercinta Indonesia bisa sejahtera dan makmur.
Indonesia butuh orang-orang yang berani bermimpi besar serta gigih berjuang untuk mewujudkan impiannya. Bukan hanya mereka yang tinggal di dalam negeri, tetapi juga mereka yang pergi ke luar negeri dengan niat untuk kembali membawa perubahan karena negeri ini tak akan berubah jika semua orang terbaiknya memilih untuk pergi. Yakinlah, Indonesia akan bangkit jika orang-orang terbaiknya kembali untuk membangun dan perubahan besar selalu dimulai dari kesadaran kecil. Jayalah Indonesia.
Tulis Komentar