Keterangan Gambar : BGN Tutup Sementara Operasional SPPG Gunungagung Terusannunyai (mitra)
MITRA TV LAMPUNG.COM-
Terusannunyai
Badan Gizi Nasinal (BGN) menutup sementara (suspend) operasional SPPG di Kampung Gunungagung, Terusannunyai, Lampung Tengah sampai batas waktu yang belum ditentukan.
Hal itu menyusul dugaan puluhan Murid SDN 1 dan SDN 2 Gunungagung setelah menyantap hidangan makan bergizi gratis (MBG) dari SPPG tersebut, keracunan, Kamis (24/09/26).

Person in Charge (PIC) Mitra SPPG, Hendra, membenarkan bahwa dapur SPPG yang dikelola Yayasan Penata Alam Bersama, (YPAB) saat ini telah dijatuhkan sanksi skorsing suspend oleh BGN dan dihentikan sementara operasionalnya.
Hendra menduga indikasi keracunan berasal dari salah satu dus susu full cream yang dibagikan. Pasalnya, pembagian susu untuk anak-anak TK pada pagi harinya berjalan lancar tanpa ada keluhan kesehatan.
"Jadwal pengiriman kami bertahap mulai dari TK, SD, hingga SMP. Kasus keracunan ini hanya dialami siswa SD, dan itu pun tidak seluruhnya. Dugaan awal ada satu dus susu yang bermasalah, padahal tanggal kedaluwarsanya masih hingga tahun 2027. Namun, kami belum bisa memastikan sebelum keluar hasil uji laboratorium resmi," terang Hendra.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Bandaragung, Yunus, mengonfirmasi bahwa hingga Kamis sore (24/09/26) pukul 17.00 WIB, dari semula 25 anak, korban terus bertambah sehingga semuanya tercatat ada 31 anak. Dari total korban tersebut, sebanyak 22 siswa bergejala ringan diperbolehkan rawat jalan, 3 murid menjalani rawat inap di puskesmas, dan 2 anak baru masuk UGD untuk observasi, dan 4 anak lainnya dirujuk ke RS YMC Bandarjaya.
"Sementara itu, terdapat 4 siswa dengan gejala sedang hingga berat yang terpaksa kami rujuk ke RS YMC untuk penanganan lebih intensif," ujar Yunus.
Guna memastikan penyebab pasti keracunan massal ini, pihak puskesmas telah mengamankan sampel makanan, susu, serta sampel muntahan pasien untuk dikirim dan diuji di laboratorium Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Lampung.
Insiden keracunan ini mendapat perhatian serius dari Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kabupaten Lampung Tengah. Ketua LPAI Lamteng, Frengki Dozan, turun langsung ke Puskesmas Bandaragung untuk memastikan kondisi para korban.
Frengki mendesak pihak SPPG bertanggung jawab penuh atas kejadian ini dan meminta lintas dinas—mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, hingga BGN—segera melakukan investigasi menyeluruh.
"Kami minta penanganan medis diberikan secara optimal agar anak-anak korban keracunan ini bisa segera pulih dan kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah," tegas Frengki.
Sebelumnya, diberitakan puluhan murid SDN 1 dan SDN 2 Gunungagung Terusannunyai, Lamteng keracunan diduga setelah mengkonsumsi MBG dari SPPG Gunungagung.
Para murid mengalami gejala mual, muntah, dan pusing usai mengonsumsi menu makanan dan susu.
Kejadian berawal sekitar pukul 09.00 WIB saat pihak sekolah membagikan menu harian berupa nasi putih, bakso goreng sambal saus, acar matang, semangka, dan susu full cream. Tidak lama setelah mengonsumsi susu tersebut, para siswa kelas 2 hingga 6 mulai mengeluhkan sakit kepala, mual, hingga muntah-muntah.
Pihak sekolah segera berkoordinasi dengan Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Tim SPPG langsung mengevakuasi para korban ke Puskesmas Bandaragung untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Tim Inafis Polres Lampung Tengah juga telah turun ke SPPG Gunungagung Terusnnunyai.
(aan putra)
Tulis Komentar