Keterangan Gambar : Petugas Menyampaikan kepada Pelerja Tambang Pasir, Penambangan Ditutup (mitra)
MITRA TV LAMPUNG.COM -
Seputihmataram.
Beredar video anggota Polsek Seputihmataram, menutup tambang pasir ilegal di Kampung Rejosari Mataram, Lampung Tengah.
Video berdurasi 43 detik dan diposting di facebook dengan viwers lebih 4000, itupun viral.
Tampak dalam video seorang berseragam polisi, Babinkamtibmas, menyampaikan penutupan tambang dihadapan sekitar 50 pekerja tambang, bahwa penambangan pasir tidak boleh lagi dan aturannya jelas. Saat itu Babinkamtibmas didampingi sejumlah anggota termasuk Kanit Reskrim Polsek Seputihmataram.
Menurut warga Rejosari Mataram, video itu dibuat Sabtu, 09 Mei 2026, sekitar pukul 10.00 Wib. Usai memberikan pengarahan, polisi memasang garis polisi (police line), didepan warung warga disana.
"Namun anehnya setelah garis polisi itu dipasang, tak lama kemudian itu hilang dan penambang mulai kerja lagi, kayak mereka itu kebal hukum," ujar seorang warga kepada Mitra TV Lampung.Com
Dalam video anggota juga menyampaikan, polisi tidak ada kepentingan dengan penambangan dan tidak membekingi penambangan pasir.
Menurut warga sekitar, meski sudah ada kesepakatan antara pemilik tambang dan petani seharusnya penambangan menggunakan alat berat ekskavator dihentikan, karena akan merusak lingkungan dan lahan pertanian semakin parah.
"Puluhan hektar DAS Way Seputih sudah rusak, dan lahan pertanian tergerus tambang ilegal itu," ujar seorang warga.
Sebelumnya 60 warga Rejosari Mataram menolak adanya penambangan pasir di desa mereka karena keberadaannya merusak lahan pertanian, dan membuat jalan desa rusak parah. Mereka pun menandatangani surat pernyataan minta penambangan pakai alat berat ditutup.
Sementara itu penambangan pasir ilegal menggunakan alat sedot di Way Seputih, Seputih Mataram masih terus berlangsung.
Warga mengatakan seharusnya petugas menyampaikan penutupan tambang kepada pemilik tambang, bukan pekerja tambang.
"Kalau petugas bilang tutup pasti itu penambangan tutup. Tapi penutupan disampaikan kepada pengelola tambang, bukan pekerja tambang," ujar seorang warga.
Warga memakluminya jika menambang pasir menggunakan alat sedot, ketimbang ekskavator, karena alat sedot pasir merupakan mata pencaharian warga yang sudah mereka lakukan bertahun-tahun.
(fiko)
Tulis Komentar