Tradisi Blangikhan (Turun Mandi) Adat Lampung Jelang Bulan Suci Ramadhan

$rows[judul] Keterangan Gambar : Tradisi Lampung Jelang Ramadhan (Blangikhan) di Nuwo Balak Gunungsugih, Lampung Tengah (mitra)

MITRA TV LAMPUNG.COM  -

Gunungsugih. 

Tradisi Blangikhan (Turun Mandi) bagi masyarakat Lampung, Menjelang Bulan Suci Ramadhan tahun 2026/1447 H, di pusatkan di Lampung Tengah,  Gedung Sesat Agung Nuwo Balak, Rabu (18/02/26)

Acara yang diselenggarakan oleh Pemda Lampung Tengah dan Pemprov Lampung bersama DPP Lampung Sai itu, berlangsung meriah karena dihadiri ribuan warga dan tokoh mayarakat Lampung.

Hadir pada acara itu antara lain, Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Enik Ermawati, Staf Ahli Kemenpora Samsudin, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Komandan Korem 043/Gatam diwakili Kasi Intel Kolonel Inf Harizoni Pulungan, S.E. 

Hadir juga ketua DPP Lampung Sai Komjen Pol. (Purn) Sjachroedin ZP, 

Anggota DPR RI Komisi 7 Rycko Menoza, DPD RI Bustami Zainudin, Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar, Wakil Ketua DPRD Prov.Lampung Ismet Rony.

Plt. Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, bersama Sekda Welly Adiwantara, 

Ketua DPRD Lampung Tengah Febriantoni S.E. M.M, dan

Seluruh Bupati/Walikota se-Lampung menyambut kedatangan Wamenpar Ni Luh Enik Ernawati dan ketua DPP Lampung Sai Komjen Pol (Purn) Sjachroedin ZP.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati mengatakan Blangikhan merupakan warisan budaya Lampung sejak akan dimasukkan sebagai even tahunan yang masuk dalam kalender nasional Kementrian Pariwisata RI.


"Bagi kami kegiatan seperti ini  (Blangikhan) adalah aset wisata budaya yang luar biasa. Lampung tidak hanya punya keindahan alam yang mempesona, tetapi juga memiliki kekuatan narasi (storytelling) melalui kearifan lokalnya," ujar Wamenpar Ni Luh  Enik Ernawati, saat memberikan sambutan pada acara tersebut.


Tradisi Blangikhan menunjukkan bahwa masyarakat Lampung sangat menjaga keharmonisan antara manusia, pencipta, dan lingkungannya.

"Di tahun 2026 ini, kami terus mendorong pengembangan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Tradisi ini adalah contoh nyata bagaimana pariwisata dapat memberdayakan masyarakat adat, sekaligus melestarikan budaya agar tidak hilang tertelan jaman," tegas Ni Luh Enik Ernawati.


(fike)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)