Ratusan Siswa Gagal Masuk SMAN 1 Terbanggibesar Melalui Zonasi, yang Jauh Diterima Dekat Ditolak

$rows[judul] Keterangan Gambar : Jalur Zonasi ,Ratusan Siswa Ditolak Masuk SMAN 1 Terbanggibesar (red)

MITRA TV LAMPUNG.COM  - Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA Negeri 1 Terbanggibesar, Lampung Tengah, menuai polemik dari berbagai kalangan.

Dari data yang diperoleh, terdapat ratusan siswa yang tertolak di SMA setempat berdasarkan sistem zonasi yang dibuat pihak sekolah dengan radius akhir 2.648 meter.

Beberapa orang tua siswa juga mengeluhkan kacaunya sistim zonasi yang terjadi, salah satu contoh (EBH) orangtua dari (PN) warga Kampung Poncowati yang menurut data dipendafaran rumahnya masuk radius 2.981 M yang seharusnya tidak sampai radius itu, hanya 2.400 meter, namun anehnya lagi ada anak yang lebih jauh lagi dari lokasi itu diterima dan diduga telah melakukan daftar ulang hari Sabtu (29/6/2024).


Sejumlah wali siswa menduga ada permainan kecurangan dalam proses PPDB di sekolah.

"Inikan gak masuk akal, rumah saya lebih dekat dari rumah anak yang diterima di SMA Negeri 1 Terbanggibesar. Namun, anak saya tidak diterima yang jauh malah diterima," beber salah satu warga Kampung Poncowati.

Hal serupa juga dikatakan Zakaria Fuad, Kepala Kampung Terbanggibesar, terdapat puluhan warga kampungnya yang ditolak di SMAN 1 Terbanggibesar dengan sistim zonasi.

Yang menjadi dilema adalah warga Kampung Terbanggibesar, yang memiliki Radius 12 KM dari sekolah, bisa dipastikan tidak diterima jika mengikuti jalur zonasi yang ditentukan pihak sekolah.

"Masalahnya, panitia PPDB itu berasal dari sekolah tidak melibatkan berbagai elemen. Disini saja sudah bisa kita duga adanya kecurangan karena tidak transparan dalam prosesnya. Bisa saja ada permainan kita semua tidak tahu yang terjadi," ujarnya.

Menurutnya, kasus yang telah terjadi selama bertahun-tahun ini dicarikan solusinya, bukan lepas tangan dan masa bodo.

"Sekarang kita berbicara tentang nasib anak bangsa. Mereka mau dikemanakan? Harapan orangtua yang memiliki ekonomi tingkat menengah kebawah anaknya bisa masuk ke SMA Negeri, kalau mau ke swasta terkendala biaya tinggi," tambahnya.

Menurut Zakaria, Kampung Terbanggibesar merupakan salah satu penyangga SMAN 1 Terbanggiberar.

"Memang aneh, Desa penyangga sekolah, banyak anak yang tidak masuk karena zonasi. Tolong carikan jalan keluarnya," tegas Zakaria fuad.

(pakman)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)