Jeritan Hati Seorang Ibu Anaknya Dirawat di ICU tak Mampu Bayar Tagihan Rp70 Juta Lebih Tanpa BPJS

$rows[judul] Keterangan Gambar : NW Mengaku tak Mampu Bayar Tagihan RS Rp70 juta Lebih (mitra)

MITRA TV LAMPUNG.COM-

Terbanggibesar

Duka mendalam dan beban berat kini menggelayuti hati NW, seorang ibu dari (SF) siswa SMKN 3 Terbanggibesar, Lampung Tengah, yang menjadi korban penganiayaan.

Setelah empat hari sang anak terkulai tak berdaya di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Yukum Medical Centre (YMC) Lampung Tengah, NW kini harus menghadapi kenyataan pahit, tagihan medis yang membengkak hingga puluhan juta rupiah dan tidak ditanggung BPJS Kesehatan.

Isak tangis dan rasa bingung tak mampu disembunyikan oleh NW saat menceritakan kondisinya pada Jumat (31/07/26).

NW warga Terbanggibesar itu mengaku sangat terkejut ketika pihak rumah sakit memanggilnya dan membeberkan total biaya tindakan operasi di bagian kepala sang anak.

"Terus terang saya bingung, Pak. Sampai hari ini biaya perawatan di RS YMC sudah mencapai Rp70 juta lebih. Dari mana uang saya untuk membayarnya?" tutur NW pasrah saat ditemui di depan ruang ICU lantai 3 RS YMC.

Baginya, angka tersebut adalah jumlah yang mustahil untuk dijangkau. Sehari-hari, ia hanya mengandalkan penghasilan tak pasti dari berjualan di kantin sekolah. Sementara suaminya sudah pisah semenjak putranya masih kecil.

 Bahkan, untuk tempat tinggal pun ia harus menumpang di rumah orang lain.

"Rumah saja tidak punya, Pak. Saya hanya menempati rumah orang dan itu pun tidak bayar," lanjutnya lirih.

SF kelas 10, SMKN 3 Terbanggibesar, Lampung Tengah, adalah korban penganiayaan oleh teman sekolahnya. Pelajar itu hingga saat ini masih harus menjalani perawatan intensif di ruang ICU RS YMC Lampung Tengah.

Pihak medis belum dapat memastikan sampai kapan korban harus dirawat hingga kondisinya benar-benar stabil.

Ketidakpastian ini kian menambah beban pikiran sang ibu. Di satu sisi ia mengkhawatirkan keselamatan nyawa anaknya, namun di sisi lain biaya yang terus berjalan membuatnya semakin terhimpit.

"Yang saya khawatirkan, sampai kapan anak saya dirawat di ICU dan bagaimana nanti bayarnya. Pusing pak, tak tahu harus bagaimana lagi. Tolong saya, Pak," tutup NW memohon keadilan dan ulur tangan dari pihak-pihak terkait.

Kasus penganiayaan yang menimpa siswa SMKN 3 Terbanggibesar ini kini menjadi sorotan, terutama terkait kepedulian pihak sekolah, aparat penegak hukum, serta instansi pemerintah setempat dalam membantu penanganan medis dan keadilan bagi korban. 

Kasus penganiayaan itu kini masih dalam penyelidikan Polres Lampung Tengah, Polda Lampung. 


(aan putra)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)