Di Lampung Tengah Yang Kaya Dapat Bantuan Yang Miskin Tersingkirkan Tak Dapat PKH

$rows[judul] Keterangan Gambar : Rumah yang Pemiliknya Tidak Menerima Bansos PKH (mitra)

MITRATV LAMPUNG.COM - 

Bandar Mataram.

Miris memang pengelolaan PKH di Lampung Tengah. Bagaimana tidak ada warga yang tergolong mampu mendapatkan bantuan justru yang miskin apalagi Lansia tersingkirkan tak menikmati bantuan pemerintah tersebut.

Sejumlah warga tidak mampu dan lansia di RT 03 Dusun 6 Wonogiri, Kampung Terbanggi Mulya, Kecamatan Bandar Mataram, Lampung Tengah, mengeluhkan kondisi bantuan sosial (bansos) yang tidak merata, termasuk bantuan berupa Program Keluarga Harapan (PKH).

Seperti yang dikatakan Triyono warga Dusun 6 Wonogiri mengaku sejak adanya bantuan sosial baik PKH maupun bansos lainnya kedua orang ini tidak pernah mendapatkannya.

"Padahal bapak saya Said sudah umurnya sudah lansia sekitar 92 tahun dan ibu saya Muayanah (73) tahun. Artinya, kedua orang saya sangat tepat untuk diberikan bansos, kenyataan sampai sekarang tidak dapat," kata Triyono kepada Mitra Tv Lampung.com, Minggu (14/9/25).

Ironisnya, kata Triyono, bansos  disini tidak merata dan belum dapat semua. "Bahkan yang mampu masih dapat PKH,  yang tidak mampu tidak dapat bantuan. Ini pengelolaannya bagaimana?, "ujarnya.

Senada dikatakan Muayanah (73), dirinya atau suaminya Said (92) belum pernah merasakan apapun bentuk bansos.

"Pernah saya tanya ke pendamping PKH mengenai usulan agar dapat bantuan. Mereka jawab sambil marah dan berkata disyukuri aja bu, padahal saya orang gak punya, makan saja susah," terangnya.

Begitu juga dikatakan Winda, mengaku dirinya punya anak tiga tidak dapat bansos sama sekali terutama  PKH. 

"Padahal, berharap bener pak, kami dapat bantuan PKH itu, karena kami tidak ada kerjaan tetap hanya serabutan saja," ungkap Winda.

 Hal serupa dialami Sulastri (68) seorang diri yang ditinggal suami lama meninggal dunia mengaku belum pernah menerima PKH.

"Pernah dapat bantuan ketika waktu covid-19 selama satu tahun. Sudah itu, sampe sekarang belum dapat bantuan," ucapnnya.

Mbah  Sulastri ini, tinggal dirumah berdinding papan  dengan ukuran rumah kurang lebih 4 x 5 m2,  punya enam anak dan sudah nikah semua, mereka banyak yang tempat tinggal jauh, satu yang dekat.

"Anak saya inilah yang sering datang kesini bantu saya, karena saya tidak bisa mencari nafkah sendiri. Saya sudah mengusulkan bantuan melalui PKH beberapa bulan lalu, tapi belum ada tanda saya dapat," ungkapnya.

Sementara Ketua RT 03, Prawiro, menjelaskan di RT-nya, keluarga penerima manfaat (KPM) dari PKH sekitar 14 kepala keluarga.

"Namun ada usulan baru dua KK untuk dapat PKH, itupun saya tidak tahu mereka sudah dapat apa belum. Soalnya, kami pihak pamong dari awal tidak pernah dilibatkan mencari tambahan KPM, karena semua dari pendamping PKH kampung setempat," tandasnya


(tamrin)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)