Keterangan Gambar : Murid SD Sedang Menikmati Makan Bergizi Gratis (mitra)
MITRA TV LAMPUNG.COM-
Seputihagung.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kampung Fajar Asri, Kecamatan Seputihagung, Lampung Tengah, tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi anak sekolah dan balita, tetapi juga membawa dampak positif bagi perekonomian warga lokal.
Saat ini, Dapur MBG Fajar Asri melayani ribuan penerima manfaat dengan melibatkan puluhan relawan dari masyarakat sekitar.
Kepala SPPI Fajar Asri, Bayu Arfianto Wahyudi, menjelaskan, bahwa dapur tersebut menyalurkan bantuan gizi ke 19 sekolah dan 11 posyandu di wilayah Sulusuban dan Fajar Asri.
"Saat ini jumlah penerima manfaat tercatat sebanyak 2.942 orang, dari yang sebelumnya 3.194 orang. Penyesuaian angka ini terjadi karena adanya penambahan dapur baru di Kecamatan Seputihagung, sehingga jangkauan penerima manfaat dibagi agar lebih merata," ujar Bayu.

Untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan, pihak dapur membuka kesempatan bagi warga sekitar yang ingin menyuplai pasokan bahan pokok. Namun, Bayu menegaskan bahwa seluruh bahan baku harus memenuhi kriteria ketat, seperti memiliki sertifikat Halal, izin BPOM, serta standar Rumah Potong Hewan (RPH).
Bahan-bahan yang dibutuhkan meliputi sayuran segar seperti toge, selada, dan timun, buah-buahan seperti buah naga dan semangka, hingga pasokan protein berupa daging ayam dan telur.
Tak hanya pasokan bahan baku, komitmen pemberdayaan masyarakat juga terlihat dari penyerapan tenaga kerja. Sebanyak 47 relawan yang bertugas di dapur seluruhnya direkrut dari warga lokal Kecamatan Seputih Agung.
Disisi lain, PIC Mitra SPPG, Ana Masriana, mengungkapkan bahwa keberadaan dapur ini memberikan dampak nyata bagi tingkat kesejahteraan warga.
"Program ini sangat bermanfaat. Warga yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan kini bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Untuk menunjang kenyamanan dan kekompakan, mitra dapur juga membagikan lima stel seragam kaos gratis kepada setiap relawan sebagai identitas," tutur Ana.
Kemudian, dari sisi standar nutrisi, Ahli Gizi Dapur MBG Fajar Asri, Nova Klaudiana, S.Gz., memastikan bahwa penyusunan menu harian selalu merujuk pada instruksi Badan Gizi Nasional (BGN). Misalnya, aturan satu kilogram daging ayam yang dipotong tepat menjadi 10 bagian, serta sajian telur utuh tanpa didadar.
Jadwal menu disusun untuk 10 hari ke depan, namun fleksibel menyesuaikan ketersediaan bahan pokok di pasaran.
"Jika ada bahan yang kosong, menu akan diganti tanpa mengurangi standar protein hewani. Sebelum disajikan, asisten lapangan juga berkoordinasi terlebih dahulu dengan penerima manfaat untuk memetakan siapa saja yang memiliki alergi makanan," jelas Nova.
Nova menuturkan, tantangan utama sejauh ini adalah menyelaraskan selera anak-anak yang beragam. Meski demikian, pihak dapur menetapkan batas tegas untuk tidak menyajikan makanan pedas, sesuai aturan BGN, kendati ada permintaan dari penerima manfaat.
Dampak langsung program ini dirasakan oleh para pekerja dapur. Nita (34) dan Anjas (27), warga Kampung Fajar Asri yang tergabung dalam tim cuci ompreng beranggotakan 10 orang, mengaku sangat bersyukur.
Sejak dapur beroperasi pada September 2025, mereka yang tadinya tidak bekerja kini memiliki rutinitas dan penghasilan harian dengan jam kerja sekitar 7 hingga 8 jam, dimulai pukul 13.00 WIB.
"Kami sangat mendukung program MBG ini. Keberadaan dapur benar-benar membuka lapangan kerja baru bagi kami. Harapannya program ini bisa terus berjalan berlanjut untuk mendukung program Presiden Prabowo Subianto," ungkap Nita.
(aan putra)
Tulis Komentar